Bupati Pas Apresiasi Pembukaan PKB-39 dan Buleleng Expo 2017

Redaksi Singaraja FM 18/05/2017 0

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., saat membuka PKB ke-39 dan Buleleng Expo.

SINGARAJAFM.COM,- Pemerintah melalui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., memberi apresiasi tinggi atas penyelenggaraan PKB Kabupaten Buleleng ke-39 dan Buleleng Expo pertama di tahun 2017. Dua event dipusatkan di lingkungan Eks. Pelabuhan Buleleng, itu bertujuan meningkatkan kunjungan pariwisata dan memperkenalkan lebih luas seni budaya dimiliki Buleleng.

Bupati PAS asal Desa Banyuatis tersebut, Rabu (17/5) malam mengatakan, momentum kesenian melalui PKB Kabupaten Buleleng ke 39 dan Buleleng Expo merupakan langkah aktif kreatif pemerintah melestarikan kebudayaan sekaligus memberi ruang seluas-luasnya kepada seniman. Para seniman peserta PKB terlibat sekaligus melestarikan kesenian yang dikembangkan. “PKB Buleleng ke-39 dirangkai Buleleng Expo yang pertama tahun 2017. Di tahun berikutnya, Expo dapat memberikan warna terhadap pariwisata di Buleleng. Saya berharap sekaligus mampu mengajak seluruh lapisan masyarakat di desa-desa untuk melihat, menyimak dan berbicara tentang Pesta Kesenian Bali, yang pada hakekatnya seni ini adalah kebutuhan hidup manusia untuk menuju kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Bupati PAS.

Perkembangan seni budaya di Buleleng kian berkembang. Bupati PAS mengatakan, di tingkat daerah kesenian di Buleleng berkembang baik dan ikut diperhitungkan Kabupaten lainnya. “Saya rasa kesenian di Kabupaten Buleleng lima tahun ke belakang sangat maju dan di setiap PKB Provinsi, Kabupaten Buleleng sudah sangat diperhitungan,” ucapnya.

Bupati PAS berharap kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, dapat berjalan lebih baik ke depannya. Tentu saja melalui serangkaian program inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat. “Saya berharap Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, dapat membuat program kegiatan yang kreatif, inovatif serta dapat memberdayakan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Putu Tastra Wijaya, mengatakan, PKB dengan tema ulun danu adalah representasi untuk melestarikan sumber daya air sebagai sumber kehidupan. “Gagasan terhadap PKB sebagai langkah konservatif yaitu menyelamatkan terhadap khasanah budaya tradisional maupun klasik. Di sisi lain, PKB sekaligus memberi ruang kepada seniman untuk mengekspresikan terhadap karya baru yang lahir sebagai upaya pengembangan atu inovatif, sehingga seni di Bali tidak mengalami stagnasi,” ujar Tastra

Pihaknya menambahkan, PKB dirancang dengan baik dan cermat. Melalui tema ulun danu dimaksud dia mengajak warga untuk senantiasa melestarikan sumber-sumber air kehidupan. “Kami rancang PKB Buleleng secara lebih cermat, dengan tema diusung Ulun Danu. Jadi jauh sebelum (Ulun Danu) dipetik sebagai tema, Bupati Buleleng sudah mencanangkan kebersihan. Kami bersama OPD membersihkan kali sampai ke ujung-ujung desa. Tema ini sangat signifikan karena sumbernya (mata air) harus dilestarikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, ruang uji coba dilakukan kepada sanggar atau sekaa-sekaa asal Buleleng, selanjutnya akan mengisi PKB di tingkat Provinsi Bali di Denpasar. Ia memberi ruang selama lima hari ke depan pada penyelenggaraan PKB di tingkat Kabupaten Buleleng. “Kami melibatkan rapat bersama seniman-seniman, dan menghasilkan 21 macam kesenian di Buleleng yang akan ditampilkan di PKB ke-39 di Denpasar. Menjaga mutu kulitas sanggar atau sekaa, bersama tim pembina dilakukan pembinaan terhadap peserta PKB ke-39,” demikian Tastra. (SGR)

Leave A Response »