Debat Publik Pilkada Buleleng,KPU Jamin Kerahasian Pertanyaan

Redaksi Singaraja FM 21/01/2017 0

Gede Suardana

BULELENG,singarajafm.com,- KPU Buleleng memastikan jadwal debat publik Pilkada Buleleng. Debat putaran pertama disiarkan langsung oleh stasiun radio dan putaran dua disiarkan langsung oleh stasiun televisi. Dalam debat nanti, KPU menyerahkan pertanyaan yang disusun oleh masing-masing panelis yang sudah dipilih. KPU menjamin kalau pertanyaan itu hanya diketahui oleh tim penyusunnya dan baru dibacakan pada depat berlangsung.
Demikian diungkapkan Ketua KPU Gede Suardana usai memimpin rapat persiapan final pelaksanaan debat publik pilkada di ruang rapat KPU Jumat (20/1).

Lebih jauh Suardana mengatakan, debat publik putaran pertama digelar di salah satu hotel di Lovina pada 30 Januari 2017. Debat ini disiarkan secara langsung oleh stasiun radio milik pemeirntah dan suwasta. Putaran pertama debat akan membedah tema besar yakni “Membangun Generasi, Sehat, Cerdas, Keratif, Bersih Nasrkoba Untuk Menciptakan Lapangan Kerja Untuk Buleleng”. Dalam debat putaran pertama tampil sebagai moderator Dr. I Made Subanda, M.Si. Panelis amsing-masing Bidang Budayawan Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja, M.A. Bidang Narkoba Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa,SH. Pendidikan Dr. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Bidang Anak dan Perempuan Eka Shanti Indra Dewi, dan bidang kewirausahaan Sayu Ketut Sutrisna Dewi.

Sementara debat putaran dua digelar di salah satu hotel terkenal di Bali diiarkan langsung oleh stasiun telvisi lokal Bali dan dirile oleh stasiun televisi milik pemerintah dan suwasta. Tim Panelis akan mengupas tema “Pembangunan Ekonomi, Pertanian, Pariwista, Hukum, dan Politik”. Tampil sebagai moderator dalam debat putaran dua yakni Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,M.Si. Panelis masing-masing bidang hukum dan politik Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, SH.MH. Pertanian Prof. Dr. Ir. I Made Supartha Utama,M.Si. Ekonomi Prof. Dr. Kembar Sri Budihi. Bidang kebijakan publik Dr. Ida Ayu Sri Widnyani S.Sos,M.AP, dan bidang Pariwisata Bagus Sudibya. “Debat publik dan seluruh teknis termasuk penentuan tim perumus dan Panelis sudah disepakati oleh kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Tadi kami melakukan rapat persiapan final sebelum debat digulirkan sesuai jadwal juga sudah disepakati,” katanya.

Menurut Suardana, tim perumus, moderator, dan Panelis berasal dari praktisi dan kalangan kampus baik di Buleleng dan di Denpasar. Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman pada debat publik dalam hajatan demokrasi di luar daerah. Dalam pelaksanaan debat, KPU menyerahkan kepada tim perumus, moderator dan Panelis utnuk mengelaborasi seluruh pertanyaan yang akan dismapaikan kepada pasangan calon nomor urut satu dan pasangan calon nomor urut dua. Khusus untuk pertanyaan, para Panelis akan menyusun delapan jenis pertanyaan yang disesuaikan dengan tema debat yang sudah disepakati. Delapan pertanyaan ini kerahasiannya dijamin. Bahkan, item pertanyaan itu hanya diketahui oleh tim Panelis sendiri dan peserta maupun publik baru akan mengetahui ketika debat mulai digulirkan. Tak hanya itu, tim perumus, moderator, dan Panelis menandatangani fakta integritas sebagai komitmen menyelenggarakan debat sesuai mekanisme dan aturan yang ada. “Seperti apa pertanyaanya hanya tim Panelis yang tahu dan sesuai fakta integritas yang sudah ditandatangani pertanyaan itu tidak diizinkan menyebarkan kepada pihak manapun dan saat debat baru akan diketahui oleh peserta debat maupun amsyarakat luas,” jelasnya.

Ditanya soal kehadiran tim kampanye dan masa pendukung kedu pasangan calon, Suardana mengatakan, KPU sengaja membatasi undangan tim pemenangan dan masa pendukung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Dari kesepakatan yang ada, masing-masing tim kampanye atau masa pendukung diizinkan masuk ke dalam ruang debat sebanyak 75 orang. Selain itu, KPU mempersilahkan untuk menyaksikan atau mendengar jalannya debat melalui televisi atau stasiun radio. Sementara itu, jika pasnagan calon berhalangan hadir karena alasan ibadah keagamaan, maka diwajibkan melampirkan surat keterangan dasri lembaga berwenang. Demikian pula jika dalam keadaan sakit, pasangan calon harus mengirimkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemeirntah dalam batas waktu tiga hari sebelum hari H debat. “Pasangan calon wajib hadir daat debat berlangsung. Jika tidak bisa hadir kepentingan ibadah atau sakit tiga hari sebelum debat harus mengirimkan surat keterangan kepada KPU. Jika sakit mendadak, kami juga mewajibkan pasangan calon melalui tim kampanye-nya untuk mengirimkan surat keterangan sakit melalui tim kampanye masing-masing,” imbuhnya.(sgrfm)

Leave A Response »