Kerajinan ‘Flower in Bag” Bisnis Yang Menjanjikan

Redaksi Singaraja FM 15/05/2017 0

Putu Ayu Sutiningsih perajin kain flanel

SINGARAJAFM.COM,- Kerajinan berbahan dasar kain flannel dewasa ini menjadi bisnis yang menjanjikan bagi sebagian masyarakat. Seperti di salah satu Rumah Flanel Singaraja di kawasan Jalan Lingga Desa Banyuasri Buleleng ini salah satunya, kain flannel warna – warni mampu di olah menjadi sebuah kerajinan bernilai jual tinggi. Industri kreatif yang semakin hari kian berkembang, memunculkan ide kreatif dengan memanfaatkan kain flannel dengan membuat rangkaian bunga, aksesoris hingga souvenir.

Putu Ayu Sutiningsih seorang perajin kain flanel dari Singaraja ketika di wawancarai mengungkapkan pemilihan bahan baku kain flanel sebagai bahan utama dalam pembuatan berbagai produk kerajinan dikarenakan bahannya mudah di dapat, selain itu berbagai bahan pendukung pembuatan kerajinan seperti karton, lem lilin, tangkai bunga, keranjang rotan dan boneka untuk mempercantik tampilannya juga tidak menjadi kendala baginya. “Kain flanel kainnya gampang di olah menjadi banyak jenis produk, makanya tertarik aja jika ditekuni ternyata banyak respon dari masyarakat,”jelasnya.

Dikatakan, meski saat ini sudah banyak home industry kerajinan inovatif bermunculan khusunya dari kain flanel, tidak membuatnya kurang inovasi. Justru dirinya mengkemas kain flanel dengan berbagai aksesoris menjadi kerajinan yang penuh dengan kreatifitas dan inovasi serta mampu tampil berbeda dengan karakter lebih kuat dari yang sudah beredar di pasaran, seperti “Flower in Bag” misalnya yakni rangkaian bunga dari kain flanel yang ditempatkan dalam kotak atau keranjang rotan yang dipadukan dengan boneka dan aksesori lainnya. Selain itu sering kali kerajinan dari kain flanel seperti bunga dan hand bouqet yang cenderung dicari ketika moment – moment tertentu seperti Valentine, namun dirinya tidak ingin berinovasi ketika musimnya tiba namun dengan terus memproduksi berbagai produk yang penuh dengan inovasi. Dalam satu hari dirinya mampu mengerjakan puluhan kerajinan dari kain flanel yang juga dibantu oleh beberapa karyawannya. “Kita kan jual kreatifitas ya kita mengolah bahan sedemikan rupa sampai menjadi produk, semakin hari semakin kreatif saja agar tidak hanya laku musiman dengan membuat karya – karya baru,”ungkpanya.

Menekuni bisnis kerajinan dari 2015 lalu ini dirinya mencoba focus pada satu bahan baku yakni kain flanel. Selain peluang bisnisnya menjanjikan, juga sasaran konsumennya pun dari semua kalangan dari remaja untuk wisuda hingga dewasa sebagai souvenir kado ulang tahun atau moment special lainya. “Produk harus berinovasi jadi tidak laris musiman, selain itu dengan didukung promosi dengan meluncurkan inovasi baru seperti flower in bag yang di modifikasi jadi kita beda dengan olshop lainnya,”jelasnya.

Dikatakan, untuk pemasaran berbagai produk kerajinan dari kain flanel ini sudah cukup luas tidak hanya di Buleleng juga sampai Denpasar. Dengan harga yang bervariatif tergantung ukuran., bentuk dan model mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 300.000,-. Dalam sebulan dirinya mampu memperoleh omzet yang funtastis ditengah kesibukannya mengurus rumah tangga. “Kadang ada yang bentuknya kecil tetapi harga jualnya tinggi itu karena kita jual barang hand made jadi tingkat kesulitannya dan kreatifitasnya cukup diperhitungkap,”tandasnya. Bahkan kedepan, dirinya mencoba mengajak masyarakat khususnya ibu rumah tangga usia produktif untuk membuat kerajinan dari kain flanel ini untuk mengisi waktu luang dan mampu memberikan income bagi keluarga. (SGR)

Leave A Response »