Pengedar Sabu Jaringan LP Kerobokan Diringkus

Redaksi Singaraja FM 18/04/2017 0

Polres Buleleng merilis pengungkapan kasus narkoba, Senin (17/4).

Singarajafm.com,- Pengedar narkoba jenis sabu yang memiliki jaringan dengan napi LP Kerobokan, Badung berhasil diringkus satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Hal tersebut dirilis, Senin (17/4). Kasat Res Narkoba, AKP. I Ketut Adnyana T.J seizin Kapolres AKBP. Made Suka Wijaya menjelaskan penangkapan dilakukan 12 April sekitar pukul 13.15 Wita, terhadap warga Jalan Lingga Gang I Nomor 8 Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, berinisial AGDBS alias Denny. “Penangkapan dilakukan disebuah warung yang berlokasi di Jalan Lingga. Yang bersangkutan saat itu sedang makan tipat,” katanya.

Saat dilakukan penggeledahan, dari badan pria yang berprofesi sebagai guide ini ditemukan satu buah HP, satu buah timbangan digital yang ditaruh di saku celana yang digunakan dan satu plastik plip berisi sabu dengan berat 0,55 gram brutto (0,35 gram netto) yang ditaruh di leneng disamping tempat duduknya. Penggeledahan juga dilakukan dirumahnya. Saat itu ditemukan satu buah kotak warna coklat yang didalamnya terdapat tiga plastik plip berisi sabu dengan masing-masing beratnya 0,77 gram brutto (0,57 gram netto), 0,33 gram brutto (0,13 gram netto), 0,30 gram brutto (0,10 gram netto), satu buah korek api gas, empat bungkus plastik plip kosong, dua buah pipet plastik warna putih, satu potongan pipet plastik warna putih salah satu ujungnya runcing, satu buah sendok terbuat dari kardus, satu buah dompet warna hitam berisi dua buah tabung kaca dan satu potongan selang kecil warna hitam. Atas hal tersebut yang bersangkutan langsung digiring ke mapolres Buleleng. “Dari hasil pemeriksaan kepada tersangka bahwa barang bukti sabu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang napi di dalam LP Kerobokan atas nama A. caranya dengan menghubungi lewat telepon dan pengambilannya dengan cara tempelan dan pembayaran ditransper melalui Bank BCA. Ini akan kami kembangkan lagi,” jelas perwira asal Seririt ini.

Ditambahkan, pelaku ini juga sudah sempat digrebeg BNN dan juga Polda. Namun saat itu tidak ditemukan barang bukti. Selain itu, pelaku juga pernah menjalani rehabilitasi. Namun tak berselang lama sudah kabur. “Ini sudah lama terlibat kasus. sempat direhab juga. Tetapi kabur,” imbuhnya. Sementara itu, pelaku mengaku barang haram tersebut hanya digunakan sendiri. Ia pun membatang disebut pengedar. “ Hanya untuk pakai sendiri. Tidak mengedarkan,” katanya. (sgr)

Leave A Response »