Sampi Gerumbungan Tarik Minat Wisatawan

Redaksi Singaraja FM 13/09/2016 0

sampi-gerumbungan-33Lomba sampi gerumbungan dirangkai Lovina Festival ramai disaksikan masyarakat dan wisatawan mancanegara di lapangan Kaliasem Kecamatan Banjar, Buleleng.

BULELENG,singarajafm.com,- Hentakan kaki sepasang sampi Bali berlari seirama di lapangan Desa Kaliasem Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sampi laki-laki menunjukan kekompakan gerakan diantara sampi lainnya. Sampi Bali pilihan dirawat khusus dan dilatih pemilik untuk memenangkan perlombaan dirangkai Lovina Festival.

Salah satu peserta Komang Sukadana (33) menggemari lomba sampi gerumbungan diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Pria asal Banjar Lebah Desa Kaliasem ini beberapa kali telah mengikuti lomba. Dua sampi dimiliki dilatih maksimal untuk menyeragamkan langkah kaki, kepala dan ekor supaya berdiri tegak. “Sampi saya pertandingan berumur dua tahun. Sepasang sampi beli di Desa Bebetin Kecamatan Sawan, satu ekornya seharga Rp 10 Juta. Latihannya tidak terlalu sulit. Ini karena sapi dibeli merupakan turunan khusus diperlombakan,” ujarnya Minggu (11/9) lalu.

Selama satu minggu latihan sampi diberi ramuan jamu dan lima butir telur bebek. Sebelum turun berlomba diberi latihan fisik dan keteraturan gerak lurus lari sampi. “Lari sampi bukan hanya kencang, tapi dihindari berbelok ke samping. Trik joki harus jeli mengatur arah berlari sampi memakai gombeng atau tali pengatur pada kepala sampi,” imbuhnya.

Sampi gerumbungan menarik minat penonton setahun sekali. Menambah daya tarik komponen hiasan tapel diletakan di kepala sampi, hiasan penanggu di bagian pinggir, keroncogan di kaki, hiasan penyelah di tengah memisahkan sampi satu dan pasangannya. “Sampi diberi jarak ideal supaya tidak sempit waktu berlari. Hiasan badong memberi simbol keberanian dan ketangguhan sampi mengikuti lomba,” kata Sukadana.

Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menjelaskan, ramai tamu mancanegara dan masyarakat lokal memadati lomba sampi gerumbungan. Tradisi sampi gerumbungan dilestarikan mengikutsertakan 12 peserta terdiri atas baga. Sejumlah baga antara lain, baga timur diikuti Kecamatan Kubutambahan, Sawan Tejakula. Baga tengah terdiri Sukasada, Buleleng dan Banjar. Kemudian baga barat ada Gerokgak, Busungbiu dan Seririt. “Keunikan sampi gerumbungan menjadi aktraksi seni. Bukan dinilai atas kecepatan melainkan keindahan gerakan. Tamu wisman dan wisdom sangat puas menyaksikan sampi gerumbungan,” jelasnya.

Satu bulan persiapan dilakukan Made Somanada (43) asal Desa Panji. Ia berpengalaman meraih juara diajang lomba sampi gerumbungan. “Kita latih selama satu bulan sampi sambil membajak sawah. Sampi pilihan menjadi keunggulan dalam lomba dan diberi jamu dan telur bebek bercampur minuman bersoda,” tandasnya.

Sejumlah hasil pemenang lomba sampi gerumbungan Juara I diraih Gede Redana dari Baga Sebali Desa Bebetin nilai 575, juara 2 Ketut Sumitra dari Baga Putra Gembala Desa Kaliasem nilai 528, dan juara 3 Komang Suparsanta dari Baga Sebali Desa Menyali meraih nilai 495. (kmb)

Leave A Response »